Rabu, 30 Juli 2008

Pilot Riau Airlines Ancam Mogok

Pilot Riau Airlines Ancam Mogok

TEMPO Interaktif, Pekanbaru: Pilot dan karyawan PT Riau Airlines (RAL) mengancam mogok kerja jika tuntutan mereka agar dewan komisaris menonaktifkan Direktur Riau Airlines Heru Nurhayati tidak dikabulkan. Sebanyak 31 pilot dan 96 karyawan itu tergabung dalam Forum Komunikasi Karyawan RAL memberi tenggat hingga 15 Juli mendatang.

“Tuntutan ini bentuk perlawanan atas sikap direktur,” kata Koordinator Forum Rendra Darmakusuma di Pekanbaru pada Selasa (8/7). Pernyataan Heru yang dipersoalkan antara lain gaji pilot terlalu mahal padahal tugasnya hanya landing dan take off sebanyak enam kali dalam sehari. Ucapan ini dinilai penghinaan terhadap profesi penerbang.

Selain pernyataan tadi, kebijakan Heru dinilai tidak memperhatikan kenyamanan pilot. Salah satunya adlaah penambahan jadwal landing dari rata-rata enam kali sehari menjadi sembilan kali. Mereka khawatir kebijakan ini berpengaruh pada tingkat keamanan dan keselamatan penerbangan karena faktor human error.

Menurut Rendra, penambahan jadwal terbang itu cukup memberatkan karena maskapai ini menerbangi rute panjang. Dengan jadwal baru ini, para pilot harus bekerja delapan per hari. “Kondisi ini bisa mempengaruhi keamanan dan keselamatan penerbangan,” katanya.

Pilot dan karyawan menuntut Heru mencabut kebijakannya dan meralat ucapan yang dinilai melecehkan tersebut. Dia juga dituntut minta maaf melalui koran lokal dan nasional. Jika tidak dipenuhi, mereka akan menunda jadwal penerbangan dua jam pada 10-12 Juli. Berikutnya penundaan menjadi tiga jam pada 12-14 Juli. Jika tidak dipenuhi sampai 14 Juli, aksi mogok dimulai. “Kami juga siap diberhentikan,” katanya.

Pilihan untuk mogok, kata koordinator forum yang lain Abdul Hadi, demi kepentingan maskapai ini ke depan. Dia memastikan aksi ini tanpa tekanan dari pihak mana pun. Sebelum tenggat yang diberikan tiba, karyawan akan tetap bekerja seperti biasa.

Sampai sore ini Heru Nurhayati tidak bisa dikonfirmasi soal tuntutan ini. Telepon selulernya tidak diangkat ketika dihubungi. Menurut Afrida Hanom, staf sekretariat RAL di Pekanbaru, bosnya sudah dua hari tidak ada di kantor. “Mungkin besok atau lusa,” katanya. Jupernalis Samosir


di kutip dari:
www.tempointeraktif.com

1 komentar:

Anonim mengatakan...

hi Anggi, sy bngung mo blg apa..
isi blog-nya jg mgkn krn ada yg pesan, tp yg pstinya aq blom trtarik dgn isi blog Anggi,,
oia, aq jg baru dlm dunia blogger,
aq mnta dbuatin artikel ttng cra ngisi blog, trmasuk upload video..
aq tggu..